BOGOR — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui Program Studi Teknologi Informasi melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pelatihan Kecerdasan Digital Aman dan Bertanggung Jawab bagi Remaja Masjid (ReMas) Kp. Serena Tonggoh, Bogor”. Kegiatan berlangsung pada Minggu, 25 Oktober 2026, pukul 09.00–12.00 WIB, di Aula Masjid Al Hikmah, Kampung Serena Tonggoh RT 005/RW 002, Desa Sirnarasa, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Pelatihan ini ditujukan bagi Remaja Masjid Al Hikmah untuk membangun pemahaman tentang penggunaan teknologi digital secara kritis, aman, dan bertanggung jawab. Kegiatan tersebut dilatarbelakangi kebutuhan untuk mengenali informasi yang belum terverifikasi, melindungi data pribadi, serta menghadapi risiko phishing dan penipuan digital dalam aktivitas sehari-hari.
Tim pelaksana diketuai oleh Chalimatusadiah, dengan Yahya Mara Ardi sebagai tutor serta Amin Nur Rais dan Dian Mohamad Anwar sebagai anggota. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui penerapan pengetahuan teknologi informasi bagi masyarakat.
Materi pelatihan mencakup literasi informasi, keamanan akun, perlindungan data pribadi, jejak digital, dan etika bermedia sosial. Pembahasan juga mencakup pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung kegiatan belajar, mencari ide, dan menyusun konten positif, dengan tetap memperhatikan ketepatan informasi serta privasi pengguna.
Pendekatan pembelajaran dalam pelatihan ini menggabungkan pemaparan materi, diskusi interaktif, studi kasus, demonstrasi, dan praktik penggunaan teknologi digital. Contoh kasus diarahkan pada situasi yang dekat dengan keseharian remaja, seperti menerima pesan mencurigakan, menemukan informasi yang belum jelas sumbernya, serta membagikan foto atau informasi milik orang lain.
Tiga prinsip utama menjadi landasan materi, yaitu Think, Protect, dan Respect. Think menekankan pentingnya berpikir dan memeriksa informasi sebelum mempercayai atau membagikannya. Protect mengajak peserta menjaga keamanan akun dan data pribadi. Sementara itu, Respect menekankan sikap menghormati hak, privasi, dan kenyamanan orang lain di ruang digital.
Dalam penggunaan AI, materi menempatkan teknologi sebagai alat bantu yang tetap memerlukan penilaian manusia. Jawaban yang dihasilkan AI perlu diperiksa dan dibandingkan dengan sumber tepercaya. Pengguna juga perlu menghindari memasukkan informasi pribadi maupun data rahasia ke dalam aplikasi AI.
Melalui kegiatan ini, UBSI berharap Remaja Masjid Al Hikmah dapat menerapkan kebiasaan digital yang lebih aman, kritis, dan beretika. Pengetahuan yang diperoleh juga diharapkan dapat mendukung kegiatan remaja masjid serta dibagikan kepada lingkungan sekitar.












