EventPendidikan

Implementasi Tridharma, Dosen UBSI Gelar Pengabdian Masyarakat Berbasis Teknologi di Rumah Harapan

×

Implementasi Tridharma, Dosen UBSI Gelar Pengabdian Masyarakat Berbasis Teknologi di Rumah Harapan

Sebarkan artikel ini
Implementasi Tridharma, Dosen UBSI Gelar Pengabdian Masyarakat Berbasis Teknologi di Rumah Harapan

Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan salah satu wujud nyata implementasi Tridharma Perguruan Tinggi. Berkomitmen pada hal tersebut, tim dosen dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar program pengabdian masyarakat berbasis edukasi teknologi. Kegiatan ini secara khusus menyasar kelompok remaja tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat yang berada di bawah naungan lembaga kesejahteraan sosial. Berlangsung pada hari Kamis, 12 Maret 2026, acara workshop ini dipusatkan di Aula Pusat Pelatihan Yatim Piatu dan Dhuafa Rumah Harapan, Kabupaten Karawang.

Baca juga: UBSI Cibitung Gelar Kegiatan Berbagi Sesama Insan Sebagai Wujud Kepedulian Sosial Kampus Digital Kreatif

Di era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 saat ini, penguasaan literasi digital dan keterampilan komputasi bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan bekal wajib. Sayangnya, kesenjangan akses teknologi masih menjadi tantangan yang sangat nyata, terutama bagi anak-anak di panti asuhan yang kerap terbentur oleh keterbatasan fasilitas pelatihan. Selain itu, terdapat hambatan psikologis dan stigma yang kuat di kalangan remaja bahwa dunia Information Technology (IT) dan pemrograman (coding) itu sangat eksklusif, rumit, serta membosankan. Kondisi inilah yang membuat mereka rentan tertinggal dalam persaingan dunia kerja atau wirausaha setelah lulus sekolah.

Menjawab persoalan tersebut melalui agenda pengabdian masyarakat, tim pengabdi UBSI yang diketuai oleh Alif Rizqi Mulyawan, M.Kom., hadir membawa sebuah inovasi pendekatan pembelajaran yang diberi nama “Vibes Coding”. Program yang mengusung tema “Eksplorasi ‘Vibes Coding’ Untuk Kemandirian Digital Peserta Didik” ini turut melibatkan dosen anggota yakni Robi Sopandi, M.Kom., dan Dian Ardiansyah, M.Kom., serta dibantu oleh dua mahasiswa, Arrsyiella Arraya dan Arrsya Malika. Penggunaan istilah gaul “vibes” (suasana) ini sengaja dipilih agar lebih dekat dengan bahasa dan budaya anak muda masa kini atau Generasi Z. Tujuannya adalah menciptakan suasana belajar yang asyik, santai, namun inklusif, untuk mematahkan pandangan kaku terhadap pembelajaran pemrograman.

Ketua Pelaksana Kegiatan pengabdian masyarakat ini, Alif Rizqi Mulyawan, menegaskan bahwa sasaran kegiatan bukanlah mencetak programmer senior dalam sekejap, melainkan membangun fondasi nalar komputasi (computational thinking).

“Selama ini ada hambatan psikologis di mana anak-anak merasa teknologi itu menakutkan dan sulit dijangkau. Melalui metode ‘Vibes Coding’, kami tidak memaksa mereka menghafal ribuan baris kode yang membosankan. Sebaliknya, kami melatih logika algoritma melalui materi Python dasar, yang kemudian langsung dikolaborasikan dengan alat bantu Kecerdasan Buatan (AI),” ujar Alif di sela-sela acara.

Lebih lanjut, Alif merinci visi jangka panjang dari program ini. “Kami ingin membekali mereka dengan ‘kail’ digital. Ketika peserta didik diajarkan cara menyusun instruksi (prompt) yang logis untuk berkolaborasi dengan AI generatif, mereka bisa menciptakan aplikasi mini yang nyata. Ini adalah bekal kemandirian digital yang sangat berguna pasca-lulus sekolah, baik untuk menjadi freelancer, membuat alat otomatisasi sederhana, maupun merintis wirausaha,” tambahnya.

Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di Aula Rumah Harapan terpantau berjalan dengan sangat interaktif. Terlihat puluhan peserta didik berpakaian rapi begitu fokus dan antusias memperhatikan pemaparan materi dari depan kelas mengenai industri kreatif. Robi Sopandi, selaku Koordinator Tutor, memandu jalannya sesi praktik secara langsung. Peserta didik yang sama sekali tidak memiliki dasar IT diajak mempraktikkan penyusunan logika pemrograman dengan AI. Saat mengalami kendala teknis, peserta langsung didampingi oleh fasilitator mahasiswa yang terjun ke setiap meja.

Apresiasi mendalam atas terlaksananya kegiatan ini datang dari pihak mitra. Ketua Yayasan Rumah Harapan, Agus Solihin, menilai bahwa materi pengabdian masyarakat dari dosen UBSI ini sangat tepat sasaran dan memberikan pencerahan bagi masa depan anak asuhnya.

“Kami mewakili Yayasan Rumah Harapan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran dan kepedulian tim dosen UBSI. Anak-anak asuh kami yang sebentar lagi lulus SMA ini memang menghadapi masa transisi yang krusial. Mereka dituntut untuk segera mandiri. Pelatihan ‘Vibes Coding’ ini sangat luar biasa karena tidak hanya memberi ilmu baru, tetapi juga membongkar mental blok mereka. Anak-anak jadi sadar bahwa dengan bantuan AI, mereka punya peluang besar untuk bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha kelak,” ungkap Agus Solihin dengan penuh rasa syukur.

Sebagai upaya menjaga keberlanjutan program, tim dosen UBSI telah merencanakan pendampingan lanjutan. Ke depannya, akan dibentuk wadah komunitas belajar berskala kecil bagi anak-anak asuh di Rumah Harapan agar mereka dapat terus mengembangkan proyek mandiri. Implementasi Tridharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian masyarakat ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi akademisi dan warga mampu menjembatani kesenjangan akses teknologi, sekaligus memberdayakan generasi muda menuju kemandirian ekonomi digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *