Event

Ibu-Ibu PKK Wanasari Cibitung Melek Keuangan Digital: Akselerasi Kesejahteraan Keluarga di Era Digital

×

Ibu-Ibu PKK Wanasari Cibitung Melek Keuangan Digital: Akselerasi Kesejahteraan Keluarga di Era Digital

Sebarkan artikel ini

Cibitung, 8 November 2025 – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi yang kini mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan, pengelolaan keuangan keluarga masih sering dilakukan secara manual dan kurang terstruktur. Banyak keluarga belum memiliki kebiasaan mencatat pemasukan dan pengeluaran secara konsisten sehingga tidak jarang mengalami kesulitan dalam membuat perencanaan keuangan yang matang. Melihat kondisi tersebut, sejumlah mahasiswa Program Studi Akuntansi UBSI Cikarang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK dalam Pengelolaan Keuangan Keluarga melalui Aplikasi Pencatatan Keuangan Digital”. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 8 November 2025 di Kantor RW 036, Wanasari, Cibitung.

Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan ibu-ibu PKK yang menunjukkan antusiasme tinggi untuk belajar mengelola keuangan keluarga secara lebih modern dan efektif. Para peserta memahami bahwa peran mereka sebagai pengelola keuangan utama di rumah sangatlah strategis. Dengan bekal pengetahuan keuangan yang lebih baik, ibu-ibu PKK diharapkan mampu menciptakan stabilitas finansial dalam keluarga serta mendukung terwujudnya kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.

Baca Juga : HMTI UBSI Gelar Seminar “Dampak Positif dan Negatif Teknologi” Bersama SMPIT Aqidah

Mengapa Pengelolaan Keuangan Penting?

Dalam pemaparannya, tim pengabdian masyarakat menjelaskan beberapa alasan mendasar mengenai pentingnya pencatatan keuangan untuk setiap keluarga. Poin-poin tersebut tetap dipertahankan sebagai berikut:

• Memantau arus pemasukan dan pengeluaran secara jelas.
Pencatatan membantu keluarga mengetahui ke mana uang dialokasikan dan seberapa besar uang digunakan setiap harinya.

• Menghindari pemborosan dan perilaku konsumtif.
Tanpa catatan, pengeluaran kecil yang tidak terasa bisa menjadi total besar di akhir bulan dan memicu pemborosan.

• Menyiapkan dana darurat dan tabungan masa depan.
Dana darurat sangat krusial untuk kondisi mendadak seperti sakit, perbaikan rumah, atau kebutuhan mendesak lainnya.

• Membantu mencapai tujuan finansial keluarga.
Dengan pencatatan, keluarga lebih mudah merencanakan pendidikan anak, renovasi rumah, atau kebutuhan jangka panjang lainnya.

• Mengatur pengeluaran sesuai skala prioritas.
Pengeluaran utama dapat dipisahkan dari pengeluaran tambahan sehingga pengelolaan keuangan lebih tepat sasaran.

“Banyak keluarga yang kesulitan menabung atau merencanakan pendidikan anak karena tidak ada catatan keuangan yang jelas. Padahal, mencatat adalah langkah pertama menuju kemandirian finansial,” ujar Indah Nuraeni, Ketua Kelompok Pengabdian. Ia menekankan bahwa pencatatan keuangan tidak hanya penting, tetapi juga menjadi dasar untuk memulai kebiasaan finansial yang sehat.

Aplikasi Digital: Solusi Praktis dan Real-Time

Dalam pelatihan ini, ibu-ibu PKK diperkenalkan dengan aplikasi pencatatan keuangan digital yang dapat digunakan dengan mudah melalui smartphone. Aplikasi tersebut memungkinkan pengguna mencatat setiap transaksi secara real-time, membuat kategori pengeluaran, serta menyusun anggaran bulanan berdasarkan kebutuhan keluarga.

“Dulu catatnya di buku, sering lupa atau hilang. Sekarang bisa langsung input di HP, jadi lebih praktis dan bisa dipantau kapan saja,” tutur salah satu peserta, Ibu Sari. Keberadaan aplikasi ini dinilai dapat meningkatkan kedisiplinan dalam mencatat pengeluaran karena lebih mudah diakses kapan pun.

Metode Pelaksanaan: Dari Sosialisasi hingga Pendampingan

Kegiatan ini dirancang dengan metode yang aplikatif dan mudah dipahami oleh seluruh peserta, yaitu:

  1. Sosialisasi pentingnya pencatatan keuangan.
    Peserta diberikan pemahaman dasar mengenai manfaat mencatat keuangan dan dampaknya bagi kondisi finansial keluarga.

  2. Pelatihan aplikasi keuangan digital dengan panduan step-by-step.
    Tim memberikan panduan langsung mengenai cara menggunakan aplikasi, mulai dari instalasi hingga pengaturan kategori pengeluaran.

  3. Simulasi pencatatan pemasukan dan pengeluaran.
    Ibu-ibu PKK diajak melakukan simulasi transaksi untuk melihat bagaimana aplikasi bekerja secara nyata.

  4. Pendampingan praktik langsung agar peserta benar-benar mampu mengaplikasikannya di rumah.
    Peserta dipandu dalam menggunakan aplikasi sampai benar-benar menguasainya untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dampak Positif yang Diharapkan

Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif melalui beberapa hal berikut:

  1. Meningkatkan literasi keuangan ibu-ibu PKK.

  2. Membentuk kebiasaan mencatat keuangan secara rutin dan tertib.

  3. Meningkatkan kemandirian finansial keluarga.

  4. Mendukung budaya menabung dan hidup hemat.

  5. Memperkuat perencanaan keuangan jangka panjang, termasuk investasi sederhana.
Baca Juga : Mahasiswa UBSI Cikarang Laksanakan Observasi dan Kegiatan Sosial di SMPN Satu Atap Pebayuran

Semangat Kolaborasi untuk Masa Depan Lebih Baik

“Kami berharap ilmu yang dibagikan dapat benar-benar diterapkan dan memberi manfaat berkelanjutan. Keuangan keluarga yang sehat adalah pondasi masyarakat yang sejahtera,” tambah Fransisca Ananta, anggota tim.

Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa: Maia Azzahra, Muhammad Haekal, Nanda Puspita W., Nazwah Amayna, Fransisca Ananta, Mangfud Jaelani, dan Samuel Nugroho.

Kesan Pesan Inspiratif

Di era serba digital, kemampuan mengelola keuangan bukan lagi sekadar kebutuhan, tetapi merupakan keterampilan hidup yang wajib dikuasai. Melalui pendekatan yang adaptif dan berbasis teknologi, Ibu-Ibu PKK Wanasari Cibitung kini memiliki bekal baru untuk membawa keluarga menuju kehidupan yang lebih terencana, mandiri, dan sejahtera.

Kontak Media:

Indah Nuraeni – 63240498
Prodi Akuntansi – Universitas Bina Sarana Informatika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *