<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#PengabdianMasyarakat &#8211; BekasiHitz.com</title>
	<atom:link href="https://bekasihitz.com/tag/pengabdianmasyarakat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://bekasihitz.com</link>
	<description>Trendsetter Generasi Hitz</description>
	<lastBuildDate>Sat, 06 Jun 2026 14:53:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://bekasihitz.com/wp-content/uploads/2024/07/cropped-Logo-Favicon-1-80x80.png</url>
	<title>#PengabdianMasyarakat &#8211; BekasiHitz.com</title>
	<link>https://bekasihitz.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mahasiswa Ilmu Komunikasi UBSI Ciptakan &#8220;Safe Space&#8221;  Di MTS Nurul Anwar: Ruang Tumbuh Tanpa Luka Untuk  Cegah Perundungan</title>
		<link>https://bekasihitz.com/mahasiswa-ilmu-komunikasi-ubsi-ciptakan-safe-space-di-mts-nurul-anwar-ruang-tumbuh-tanpa-luka-untuk-cegah-perundungan/</link>
					<comments>https://bekasihitz.com/mahasiswa-ilmu-komunikasi-ubsi-ciptakan-safe-space-di-mts-nurul-anwar-ruang-tumbuh-tanpa-luka-untuk-cegah-perundungan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yanz Syah]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2026 14:51:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[#AntiBullying]]></category>
		<category><![CDATA[#KesehatanMental]]></category>
		<category><![CDATA[#PengabdianMasyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[#SafeSpace]]></category>
		<category><![CDATA[#universitasbsi]]></category>
		<category><![CDATA[StopPerundungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bekasihitz.com/?p=2155</guid>

					<description><![CDATA[Bekasi – Maraknya kasus perundungan (bullying) verbal di...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bekasi – Maraknya kasus perundungan (bullying) verbal di lingkungan sekolah menjadi perhatian serius bagi mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Bahasa, <a href="https://bsi.ac.id/" target="_blank" rel="noopener">Universitas Bina Sarana Informatika</a> (BSI). Mereka menginisiasi program pengabdian masyarakat bertajuk &#8220;Safe Space: Ruang Tumbuh Tanpa Luka&#8221; di MTs Nurul Anwar, Bekasi Utara, sebagai wujud nyata implementasi nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kedua (Kemanusiaan yang Adil dan Beradab) dan sila kelima (Keadilan Sosial).</p>
<p>Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026 ini mengusung pendekatan partisipatif satu hari penuh. Diawali dengan upacara pembukaan dan sambutan dari Kepala Sekolah, acara dilanjutkan dengan presentasi interaktif bertajuk &#8220;Semua Berhak Merasa Aman&#8221; yang mengedukasi siswa tentang Hak Asasi Manusia (HAM) dan hak anak untuk mendapatkan lingkungan belajar yang aman secara psikologis.</p>
<p>&#8220;Kami melihat masih banyak siswa yang belum paham bahwa ejekan atau candaan yang menyakitkan adalah bentuk pelanggaran hak asasi mereka. Lewat program ini, kami ingin menanamkan bahwa sekolah harus menjadi rumah kedua yang menyembuhkan, bukan sumber luka emosional,&#8221; ujar Vhoni Shella Septiandika, Ketua Pelaksana kegiatan.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter wp-image-2165 size-large" src="https://bekasihitz.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260525-WA0047-700x400.jpg" alt="" width="680" height="389" /></p>
<p>Untuk memastikan pesan terserap dengan menyenangkan, tim mahasiswa merancang sesi &#8220;Kuis Seru HAM&#8221; dengan sistem kompetisi cerdas cermat. Para siswa diajak menganalisis skenario sehari-hari untuk membedakan perilaku yang menghormati HAM dan yang mengarah pada perundungan. Pemenang mendapatkan hadiah tumbler sebagai bentuk apresiasi.</p>
<p>Puncak kegiatan adalah pembuatan poster anti-bullying dan ikrar warga negara cilik, di mana para siswa berjanji untuk saling menghargai dan menjadikan MTs Nurul Anwar sebagai safe space yang bebas dari kekerasan verbal dan fisik. Selain itu, tim juga menyerahkan plakat apresiasi kepada pihak sekolah sebagai mitra.</p>
<p>Kepala MTs Nurul Anwar menyambut positif inisiatif ini. &#8220;Kami sangat berterima kasih. Program ini membuka mata kami bahwa kesehatan mental siswa sama pentingnya dengan nilai akademik. Poster dan jargon &#8216;Semua Berhak Aman&#8217; sekarang terpampang di kelas-kelas sebagai pengingat harian,&#8221; ungkapnya.</p>
<p><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-2164 size-large" src="https://bekasihitz.com/wp-content/uploads/2026/06/IMG-20260525-WA0048-700x400.jpg" alt="" width="680" height="389" /></p>
<p>Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran kewarganegaraan (civic awareness) siswa, ditandai dengan menurunnya konflik verbal antarteman dan tumbuhnya keberanian siswa untuk mengekspresikan perasaan secara sopan.</p>
<p>Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-3 (Kesehatan dan Kesejahteraan) serta poin ke-4 (Pendidikan Berkualitas). Seluruh proses pelaksanaan didokumentasikan dalam bentuk video yang diunggah di kanal YouTube resmi dan publikasi media sosial.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://bekasihitz.com/mahasiswa-ilmu-komunikasi-ubsi-ciptakan-safe-space-di-mts-nurul-anwar-ruang-tumbuh-tanpa-luka-untuk-cegah-perundungan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ibu-Ibu PKK Wanasari Cibitung Melek Keuangan Digital: Akselerasi Kesejahteraan Keluarga di Era Digital</title>
		<link>https://bekasihitz.com/wanasari-cibitung-melek-keuangan-digital-akselerasi/</link>
					<comments>https://bekasihitz.com/wanasari-cibitung-melek-keuangan-digital-akselerasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Aulia Shafira Yahya]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2025 13:31:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[#AkuntansiBerkarya]]></category>
		<category><![CDATA[#Cibitung]]></category>
		<category><![CDATA[#KeluargaSejahtera]]></category>
		<category><![CDATA[#KeuanganDigital]]></category>
		<category><![CDATA[#PengabdianMasyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[#PKKMelekKeuangan]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi pencatatan keuangan]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi keuangan masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[ibu-ibu PKK Wanasari]]></category>
		<category><![CDATA[kesejahteraan keluarga digital]]></category>
		<category><![CDATA[keuangan rumah tangga modern]]></category>
		<category><![CDATA[literasi keuangan digital]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa akuntansi pengabdian]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan keuangan digital]]></category>
		<category><![CDATA[pemberdayaan PKK]]></category>
		<category><![CDATA[pengelolaan keuangan keluarga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bekasihitz.com/?p=1995</guid>

					<description><![CDATA[Cibitung, 8 November 2025 – Di tengah pesatnya...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<article class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-WEB:ae41e97d-0a37-47e7-952d-038a6d709445-2" data-testid="conversation-turn-6" data-scroll-anchor="false" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto [--thread-content-margin:--spacing(4)] thread-sm:[--thread-content-margin:--spacing(6)] thread-lg:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] thread-lg:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="dbbf96cf-5daa-4cb0-ae7f-b92e6510430f" data-message-model-slug="gpt-5-1">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[1px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full break-words dark markdown-new-styling">
<p data-start="240" data-end="995">Cibitung, 8 November 2025 – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi yang kini mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan, pengelolaan keuangan keluarga masih sering dilakukan secara manual dan kurang terstruktur. Banyak keluarga belum memiliki kebiasaan mencatat pemasukan dan pengeluaran secara konsisten sehingga tidak jarang mengalami kesulitan dalam membuat perencanaan keuangan yang matang. Melihat kondisi tersebut, sejumlah mahasiswa Program Studi Akuntansi <a href="https://pmbubsi.id/kampus/cikarang" target="_blank" rel="noopener">UBSI Cikarang</a> melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK dalam Pengelolaan Keuangan Keluarga melalui Aplikasi Pencatatan Keuangan Digital”. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 8 November 2025 di Kantor RW 036, Wanasari, Cibitung.</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</article>
<article class="text-token-text-primary w-full focus:outline-none [--shadow-height:45px] has-data-writing-block:pointer-events-none has-data-writing-block:-mt-(--shadow-height) has-data-writing-block:pt-(--shadow-height) [&amp;:has([data-writing-block])&gt;*]:pointer-events-auto scroll-mt-[calc(var(--header-height)+min(200px,max(70px,20svh)))]" dir="auto" data-turn-id="request-WEB:ae41e97d-0a37-47e7-952d-038a6d709445-3" data-testid="conversation-turn-8" data-scroll-anchor="true" data-turn="assistant">
<div class="text-base my-auto mx-auto pb-10 [--thread-content-margin:--spacing(4)] thread-sm:[--thread-content-margin:--spacing(6)] thread-lg:[--thread-content-margin:--spacing(16)] px-(--thread-content-margin)">
<div class="[--thread-content-max-width:40rem] thread-lg:[--thread-content-max-width:48rem] mx-auto max-w-(--thread-content-max-width) flex-1 group/turn-messages focus-visible:outline-hidden relative flex w-full min-w-0 flex-col agent-turn">
<div class="flex max-w-full flex-col grow">
<div class="min-h-8 text-message relative flex w-full flex-col items-end gap-2 text-start break-words whitespace-normal [.text-message+&amp;]:mt-1" dir="auto" data-message-author-role="assistant" data-message-id="257a3ea0-f207-43c8-bd73-4842ab2276a1" data-message-model-slug="gpt-5-1">
<div class="flex w-full flex-col gap-1 empty:hidden first:pt-[1px]">
<div class="markdown prose dark:prose-invert w-full break-words dark markdown-new-styling">
<p data-start="977" data-end="1438">Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan ibu-ibu PKK yang menunjukkan antusiasme tinggi untuk belajar mengelola keuangan keluarga secara lebih modern dan efektif. Para peserta memahami bahwa peran mereka sebagai pengelola keuangan utama di rumah sangatlah strategis. Dengan bekal pengetahuan keuangan yang lebih baik, ibu-ibu PKK diharapkan mampu menciptakan stabilitas finansial dalam keluarga serta mendukung terwujudnya kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.</p>
<h5 data-start="977" data-end="1438">Baca Juga : <a title="HMTI UBSI Gelar Seminar “Dampak Positif dan Negatif Teknologi” Bersama SMPIT Aqidah" href="https://bekasihitz.com/hmti-ubsi-gelar-seminar-dampak-positif-dan-negatif-teknologi-bersama-smpit-aqidah/" rel="bookmark">HMTI UBSI Gelar Seminar “Dampak Positif dan Negatif Teknologi” Bersama SMPIT Aqidah</a></h5>
<h4 data-start="1440" data-end="1477">Mengapa Pengelolaan Keuangan Penting?</h4>
<p data-start="1479" data-end="1680">Dalam pemaparannya, tim pengabdian masyarakat menjelaskan beberapa alasan mendasar mengenai pentingnya pencatatan keuangan untuk setiap keluarga. Poin-poin tersebut tetap dipertahankan sebagai berikut:</p>
<p data-start="1682" data-end="1855">• Memantau arus pemasukan dan pengeluaran secara jelas.<br data-start="1737" data-end="1740" />Pencatatan membantu keluarga mengetahui ke mana uang dialokasikan dan seberapa besar uang digunakan setiap harinya.</p>
<p data-start="1857" data-end="2021">• Menghindari pemborosan dan perilaku konsumtif.<br data-start="1905" data-end="1908" />Tanpa catatan, pengeluaran kecil yang tidak terasa bisa menjadi total besar di akhir bulan dan memicu pemborosan.</p>
<p data-start="2023" data-end="2191">• Menyiapkan dana darurat dan tabungan masa depan.<br data-start="2073" data-end="2076" />Dana darurat sangat krusial untuk kondisi mendadak seperti sakit, perbaikan rumah, atau kebutuhan mendesak lainnya.</p>
<p data-start="2193" data-end="2366">• Membantu mencapai tujuan finansial keluarga.<br data-start="2239" data-end="2242" />Dengan pencatatan, keluarga lebih mudah merencanakan pendidikan anak, renovasi rumah, atau kebutuhan jangka panjang lainnya.</p>
<p data-start="2368" data-end="2528">• Mengatur pengeluaran sesuai skala prioritas.<br data-start="2414" data-end="2417" />Pengeluaran utama dapat dipisahkan dari pengeluaran tambahan sehingga pengelolaan keuangan lebih tepat sasaran.</p>
<p data-start="2530" data-end="2902">“Banyak keluarga yang kesulitan menabung atau merencanakan pendidikan anak karena tidak ada catatan keuangan yang jelas. Padahal, mencatat adalah langkah pertama menuju kemandirian finansial,” ujar Indah Nuraeni, Ketua Kelompok Pengabdian. Ia menekankan bahwa pencatatan keuangan tidak hanya penting, tetapi juga menjadi dasar untuk memulai kebiasaan finansial yang sehat.</p>
<h4 data-start="2904" data-end="2950">Aplikasi Digital: Solusi Praktis dan Real-Time</h4>
<p data-start="2952" data-end="3274">Dalam pelatihan ini, ibu-ibu PKK diperkenalkan dengan aplikasi pencatatan keuangan digital yang dapat digunakan dengan mudah melalui smartphone. Aplikasi tersebut memungkinkan pengguna mencatat setiap transaksi secara real-time, membuat kategori pengeluaran, serta menyusun anggaran bulanan berdasarkan kebutuhan keluarga.</p>
<p data-start="3276" data-end="3575">“Dulu catatnya di buku, sering lupa atau hilang. Sekarang bisa langsung input di HP, jadi lebih praktis dan bisa dipantau kapan saja,” tutur salah satu peserta, Ibu Sari. Keberadaan aplikasi ini dinilai dapat meningkatkan kedisiplinan dalam mencatat pengeluaran karena lebih mudah diakses kapan pun.</p>
<p data-start="3577" data-end="3633">Metode Pelaksanaan: Dari Sosialisasi hingga Pendampingan</p>
<p data-start="3635" data-end="3734">Kegiatan ini dirancang dengan metode yang aplikatif dan mudah dipahami oleh seluruh peserta, yaitu:</p>
<ol data-start="3736" data-end="4485">
<li data-start="3736" data-end="3903">
<p data-start="3739" data-end="3903">Sosialisasi pentingnya pencatatan keuangan.<br data-start="3782" data-end="3785" />Peserta diberikan pemahaman dasar mengenai manfaat mencatat keuangan dan dampaknya bagi kondisi finansial keluarga.</p>
</li>
<li data-start="3905" data-end="4106">
<p data-start="3908" data-end="4106">Pelatihan aplikasi keuangan digital dengan panduan step-by-step.<br data-start="3972" data-end="3975" />Tim memberikan panduan langsung mengenai cara menggunakan aplikasi, mulai dari instalasi hingga pengaturan kategori pengeluaran.</p>
</li>
<li data-start="4108" data-end="4265">
<p data-start="4111" data-end="4265">Simulasi pencatatan pemasukan dan pengeluaran.<br data-start="4157" data-end="4160" />Ibu-ibu PKK diajak melakukan simulasi transaksi untuk melihat bagaimana aplikasi bekerja secara nyata.</p>
</li>
<li data-start="4267" data-end="4485">
<p data-start="4270" data-end="4485">Pendampingan praktik langsung agar peserta benar-benar mampu mengaplikasikannya di rumah.<br data-start="4359" data-end="4362" />Peserta dipandu dalam menggunakan aplikasi sampai benar-benar menguasainya untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
</li>
</ol>
<h4 data-start="4487" data-end="4517">Dampak Positif yang Diharapkan</h4>
<p data-start="4519" data-end="4604">Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif melalui beberapa hal berikut:</p>
<ol data-start="4606" data-end="4903">
<li data-start="4606" data-end="4654">
<p data-start="4609" data-end="4654">Meningkatkan literasi keuangan ibu-ibu PKK.</p>
</li>
<li data-start="4655" data-end="4722">
<p data-start="4658" data-end="4722">Membentuk kebiasaan mencatat keuangan secara rutin dan tertib.</p>
</li>
<li data-start="4723" data-end="4772">
<p data-start="4726" data-end="4772">Meningkatkan kemandirian finansial keluarga.</p>
</li>
<li data-start="4773" data-end="4820">
<p data-start="4776" data-end="4820">Mendukung budaya menabung dan hidup hemat.</p>
</li>
<li data-start="4821" data-end="4903">Memperkuat perencanaan keuangan jangka panjang, termasuk investasi sederhana.</li>
</ol>
<h5>Baca Juga : <a title="Mahasiswa UBSI Cikarang Laksanakan Observasi dan Kegiatan Sosial di SMPN Satu Atap Pebayuran" href="https://bekasihitz.com/mahasiswa-ubsi-cikarang-laksanakan-observasi-dan-aksi-sosial-di-smpn-satu-atap-pebayuran/" rel="bookmark">Mahasiswa UBSI Cikarang Laksanakan Observasi dan Kegiatan Sosial di SMPN Satu Atap Pebayuran</a></h5>
<h4 data-start="4905" data-end="4952">Semangat Kolaborasi untuk Masa Depan Lebih Baik</h4>
<p data-start="4954" data-end="5162">“Kami berharap ilmu yang dibagikan dapat benar-benar diterapkan dan memberi manfaat berkelanjutan. Keuangan keluarga yang sehat adalah pondasi masyarakat yang sejahtera,” tambah Fransisca Ananta, anggota tim.</p>
<p data-start="5164" data-end="5334">Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa: Maia Azzahra, Muhammad Haekal, Nanda Puspita W., Nazwah Amayna, Fransisca Ananta, Mangfud Jaelani, dan Samuel Nugroho.</p>
<h4 data-start="5336" data-end="5368">Kesan Pesan Inspiratif</h4>
<p data-start="5370" data-end="5704">Di era serba digital, kemampuan mengelola keuangan bukan lagi sekadar kebutuhan, tetapi merupakan keterampilan hidup yang wajib dikuasai. Melalui pendekatan yang adaptif dan berbasis teknologi, Ibu-Ibu PKK Wanasari Cibitung kini memiliki bekal baru untuk membawa keluarga menuju kehidupan yang lebih terencana, mandiri, dan sejahtera.</p>
<h4 data-start="5370" data-end="5704">Kontak Media:</h4>
<p data-start="5370" data-end="5704">Indah Nuraeni – 63240498<br />
Prodi Akuntansi – Universitas Bina Sarana Informatika</p>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</div>
</article>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://bekasihitz.com/wanasari-cibitung-melek-keuangan-digital-akselerasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kegiatan Berbagi Mahasiswa Bersama Warga di Momen Jumat Berkah</title>
		<link>https://bekasihitz.com/kegiatan-berbagi-mahasiswa-bersama-warga-di-momen-jumat-berkah/</link>
					<comments>https://bekasihitz.com/kegiatan-berbagi-mahasiswa-bersama-warga-di-momen-jumat-berkah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Elizah Juliati]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Jun 2025 01:00:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[#AksiMahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[#BerbagiKebaikan]]></category>
		<category><![CDATA[#EdukasiKarakter]]></category>
		<category><![CDATA[#JumatBerkah]]></category>
		<category><![CDATA[#KebersamaanWarga]]></category>
		<category><![CDATA[#KegiatanSosial]]></category>
		<category><![CDATA[#KolaborasiSosial]]></category>
		<category><![CDATA[#MahasiswaPeduli]]></category>
		<category><![CDATA[#MakananGratis]]></category>
		<category><![CDATA[#PengabdianMasyarakat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bekasihitz.com/?p=1224</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan pengabdian kepada...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;line-height: 150%">Sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan pengabdian kepada masyarakat, kelompok kami telah melaksanakan kegiatan rutin bertajuk <strong>“<a href="https://www.antaranews.com/berita/4294607/apa-itu-jumat-berkah-simak-arti-dan-hukumnya-dalam-islam" target="_blank" rel="noopener">Jumat Berkah</a>”</strong> pada hari Jumat, 16 Mei 2025, bertempat di lingkungan Masjid Al-Ikhlas, Graha Ciantra Indah, Ds. Ciantra, Kec. Cikarang Selatan, Kab.Bekasi. Prov. Jawa Barat.</p>
<p style="text-align: justify;line-height: 150%">Kegiatan ini merupakan inisiatif kelompok mahasiswa dalam rangka memperkuat nilai-nilai sosial, empati, dan kebersamaan dengan masyarakat sekitar. Dalam pelaksanaannya, kami turut berkolaborasi dengan ibu-ibu setempat serta bu RT, yang dengan penuh semangat membantu menyiapkan makanan dan minuman yang akan dibagikan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Persiapan kegiatan Jumat Berkah dimulai sejak siang hari, tepatnya sekitar pukul 11.00 WIB, beberapa saat sebelum pelaksanaan salat Jumat. Pada waktu tersebut, para mahasiswa sudah mulai berkumpul bersama ibu-ibu warga sekitar di lokasi yang telah disepakati. Suasana hangat dan penuh semangat langsung terasa sejak awal, karena semua yang terlibat memiliki tujuan yang sama, yaitu berbagi kebaikan kepada sesama. Tanpa adanya unsur paksaan, baik mahasiswa maupun warga lokal bekerja sama dengan antusias dan saling membantu dalam menyiapkan makanan serta minuman yang nantinya akan dibagikan kepada masyarakat.</p>
<p>Jenis makanan yang disiapkan pun cukup beragam. Terdapat makanan ringan seperti berbagai jenis, ada roti sebagai pilihan camilan modern, serta nasi bungkus yang menjadi makanan berat utama. Minuman yang disediakan berupa es teh segar, yang sangat cocok untuk dinikmati di siang hari yang cukup terik. Semua makanan dikemas dengan rapi, menggunakan wadah yang praktis agar mudah dibagikan kepada masyarakat yang melintas. Seluruh proses ini dilakukan dengan penuh kebersamaan dan kekompakan, sehingga meskipun cukup melelahkan, suasana tetap terasa menyenangkan dan penuh canda tawa.</p>
<p>Yang membuat kegiatan ini terasa istimewa adalah nilai kebersamaan yang terbangun selama prosesnya. Mahasiswa tidak hanya datang dan langsung membagikan makanan, tetapi benar-benar terlibat dari awal hingga akhir—dari persiapan, pengemasan, hingga distribusi makanan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk aksi sosial, melainkan juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan sosial antara mahasiswa dan masyarakat lokal, khususnya para ibu-ibu yang sangat aktif dalam kegiatan ini.</p>
<p>Proses pembagian makanan dilakukan secara langsung di sekitar lokasi yang telah ditentukan. Karena lokasi kami cukup dekat dengan sekolah, mayoritas penerima makanan adalah anak-anak sekolah yang baru pulang atau sedang istirahat. Kami dengan sigap mengatur jalannya pembagian agar tetap tertib dan tidak menimbulkan kericuhan. Antrian dibentuk dengan bantuan mahasiswa yang mengarahkan anak-anak untuk berdiri secara berbaris, menunggu giliran menerima makanan. Meskipun terlihat sederhana, kami percaya bahwa dari hal kecil seperti ini, anak-anak bisa belajar tentang pentingnya kedisiplinan dan rasa saling menghargai.</p>
<p>Tanggapan dari anak-anak cukup beragam. Ada yang mengucapkan terima kasih dengan sopan dan senyuman yang tulus, ada pula yang tampak malu-malu, bahkan ada beberapa yang menunjukkan ekspresi kurang senang karena harus menunggu atau tidak mendapatkan makanan favorit mereka. Namun, semua itu menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Dari situ kami belajar memahami bahwa dalam kegiatan sosial, tidak semua respon akan selalu positif, dan itu adalah bagian dari proses belajar empati dan keikhlasan.</p>
<p>Ibu-ibu warga lokal pun tampak sangat berterima kasih atas bantuan kami. Biasanya, mereka harus bekerja sendiri untuk mengurus semuanya, tetapi dengan kehadiran kami, beban mereka menjadi lebih ringan. Kegiatan ini pun menjadi lebih cepat dan terorganisir.</p>
<p>Melalui kegiatan Jumat Berkah ini, kami sebagai mahasiswa mendapatkan banyak sekali pelajaran berharga yang tidak bisa didapatkan di dalam ruang kelas. Kami belajar mengenai pentingnya berbagi kepada sesama, memahami arti kerja sama lintas kelompok sosial, serta merasakan secara langsung bagaimana mengelola sebuah kegiatan sosial dari awal hingga akhir.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://bekasihitz.com/kegiatan-berbagi-mahasiswa-bersama-warga-di-momen-jumat-berkah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa Manajemen Universitas Bina Sarana Informatika Menggali Peluang Pemberdayaan di Balik Penjualan Es Teh Jadul dan Jus Buah dengan UMKM</title>
		<link>https://bekasihitz.com/mahasiswa-manajemen-universitas-bina-sarana-informatika-menggali-peluang-pemberdayaan-di-balik-penjualan-es-teh-jadul-dan-jus-buah-dengan-umkm/</link>
					<comments>https://bekasihitz.com/mahasiswa-manajemen-universitas-bina-sarana-informatika-menggali-peluang-pemberdayaan-di-balik-penjualan-es-teh-jadul-dan-jus-buah-dengan-umkm/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Endin Yulia Risqi Safitri]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2025 01:00:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Event]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[#BisnisMahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[#EsTehJadul]]></category>
		<category><![CDATA[#JusBuahSegar]]></category>
		<category><![CDATA[#KolaborasiAkademis]]></category>
		<category><![CDATA[#MahasiswaUBSI]]></category>
		<category><![CDATA[#ModelBisnisSustainable]]></category>
		<category><![CDATA[#PemberdayaanUMKM]]></category>
		<category><![CDATA[#PengabdianMasyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[#UMKMCikarang]]></category>
		<category><![CDATA[#WawancaraUMKM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://bekasihitz.com/?p=1211</guid>

					<description><![CDATA[&#160; Cikarang, 28 Mei 2025 Mahasiswa Manajemen Universitas...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><strong><b>Cikarang, 28 Mei 2025</b></strong></p>
<p>Mahasiswa Manajemen Universitas Bina Sarana Informatika kampus Cikarang baru-baru ini merampungkan kegiatan penyuluhan interaktif melalui wawancara mendalam dengan sejumlah pelaku UMKM yang berlangsung pada 28 Mei 2025 di wilayah Cikarang Utara. Fokus utama dari kegiatan ini adalah menggali peluang pemberdayaan UMKM yang bergerak di sektor penjualan es teh dan jus buah, dua produk minuman yang sedang digandrungi masyarakat.</p>
<p>Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang praktis bagi mahasiswa, sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada komunitas UMKM. Dalam upaya memahami lebih dekat dinamika bisnis riil, para Mahasiswa terjun langsung ke tempat usaha. Melalui wawancara langsung, para mahasiswa berkesempatan untuk pemahaman mendalam tentang operasional harian, mengidentifikasi tantangan spesifik yang dihadapi, mengeksplorasi ide-ide inovatif, serta Memberikan saran dan ide awal yang bersifat praktis dan relevan.</p>
<p>Baca Lagi:<a title="MAHASISWA UBSI SOSIALISASIKAN PENTINGNYA HAK ASASI MANUSIA KEPADA SISWA SMAN 1 SERANG BARU" href="https://bekasihitz.com/mahasiswa-ubsi-sosialisasikan-pentingnya-hak-asasi-manusia-kepada-siswa-sman-1-serang-baru/" rel="bookmark">MAHASISWA UBSI SOSIALISASIKAN PENTINGNYA HAK ASASI MANUSIA KEPADA SISWA SMAN 1 SERANG BARU</a></p>
<p>Salah satu Mahasiswa bernama Zahra Hanifa mengatakan “Melalui wawancara ini, kami tidak hanya memahami aspek bisnisnya, tetapi juga mendengar langsung cerita dan perjuangan para pemilik UMKM. Ini mengajarkan kami nilai ketekunan, adaptasi, dan pentingnya berbagi pengetahuan untuk saling mendukung”.</p>
<p>Wawancara ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi kebutuhan spesifik UMKM di sektor ini, yang nantinya dapat ditindaklanjuti dengan program pendampingan atau pelatihan yang lebih terstruktur serta potensi pengembangan model bisnis yang lebih berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi jembatan antara dunia akademis dan praktisi bisnis, mendorong kolaborasi yang saling menguntungkan.</p>
<p>Universitas Bina Sarana Informatika terus berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan ekonomi melalui pendidikan dan pengabdian masyarakat, khususnya sektor UMKM yang merupakan motor penggerak perekonomian Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://bekasihitz.com/mahasiswa-manajemen-universitas-bina-sarana-informatika-menggali-peluang-pemberdayaan-di-balik-penjualan-es-teh-jadul-dan-jus-buah-dengan-umkm/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
